Literasi Keuangan
About Lesson

Harga barang dan jasa yang terus meningkat, seperti tempe yang naik dari Rp1.000 menjadi Rp3.000 dan mi instan dari Rp1.500 menjadi Rp3.400 sejak 2006, menggambarkan konsep Time Value of Money (TVM) atau nilai waktu uang, yaitu bahwa uang hari ini lebih berharga daripada jumlah yang sama di masa depan. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor utama: inflasi yang menurunkan daya beli uang, tingkat bunga yang menentukan imbal hasil atau biaya pinjaman, dan biaya peluang karena uang yang dimiliki saat ini bisa diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan. TVM mencakup empat elemen penting, yaitu nilai sekarang (present value), nilai masa depan (future value), tingkat bunga, dan periode waktu, serta dibedakan menjadi bunga sederhana dan bunga majemuk, di mana bunga majemuk mempercepat pertumbuhan nilai uang. Pemahaman TVM sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk investasi, tabungan, perencanaan keuangan, pinjaman, maupun anuitas. Selain itu, frekuensi penggandaan bunga dan inflasi juga memengaruhi hasil akhir investasi. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mengabaikan inflasi, frekuensi bunga majemuk, dan biaya peluang. Oleh karena itu, penting untuk mulai menabung dan berinvestasi sejak dini, memahami kekuatan bunga majemuk, serta melakukan diversifikasi aset agar dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan mencapai tujuan finansial secara efektif.

0% Complete