Diagnosis Malaria

Wishlist Share
Share Course
Page Link
Share On Social Media

About Course

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di wilayah endemis seperti Indonesia bagian timur, dengan risiko komplikasi berat dan kematian apabila tidak didiagnosis serta ditangani secara tepat dan cepat. Tantangan dalam diagnosis malaria tidak hanya terletak pada variasi gejala klinis yang sering tidak spesifik, tetapi juga pada keterbatasan fasilitas dan metode pemeriksaan di berbagai tingkat layanan kesehatan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki pemahaman komprehensif dalam mengintegrasikan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta berbagai metode diagnostik laboratorium—mulai dari mikroskopis, rapid diagnostic test (RDT), hingga pemeriksaan molekuler. Selain itu, aspek keselamatan terapi seperti pemeriksaan enzim G6PD sebelum pemberian obat tertentu menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi iatrogenik seperti hemolisis. Modul ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan praktis dan berbasis kasus.

Modul ini berfokus pada pengembangan keterampilan klinis dan laboratoris dalam menegakkan diagnosis malaria secara akurat dan komprehensif. Peserta akan mempelajari cara mengidentifikasi gejala klinis dan riwayat perjalanan yang relevan melalui anamnesis, serta menginterpretasikan temuan pemeriksaan fisik dan hasil laboratorium dalam konteks klinis. Modul ini juga membahas berbagai metode diagnostik, termasuk pemeriksaan mikroskopis, RDT, dan teknik molekuler seperti PCR, beserta kelebihan dan keterbatasannya dalam praktik lapangan. Melalui studi kasus dan pembahasan malaria dengan komplikasi, peserta akan dilatih untuk mengenali tanda bahaya serta menginterpretasikan pemeriksaan penunjang secara tepat. Selain itu, modul ini menekankan pentingnya pemeriksaan G6PD sebagai dasar pengambilan keputusan terapi yang aman. Dengan pendekatan terpadu ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan akurasi diagnosis dan kualitas penatalaksanaan malaria di berbagai setting layanan kesehatan.

Show More

What Will You Learn?

  • Mengidentifikasi gejala klinis dan riwayat perjalanan pasien yang relevan dalam anamnesis untuk menduga infeksi malaria.
  • Menjelaskan jenis dan prinsip pemeriksaan laboratorium yang digunakan pada pasien suspek malaria, serta menginterpretasikan hasilnya secara umum.
  • Menjelaskan hasil pemeriksaan lab penunjang pada penderita malaria komplikasi
  • Menjelaskan prinsip kerja dan penggunaan tes diagnostik cepat (RDT) malaria, termasuk kelebihan dan keterbatasannya dalam praktik lapangan.
  • Memahami peran dan prinsip dasar pemeriksaan molekuler (seperti PCR) dalam diagnosis malaria, terutama pada kasus dengan parasitemia rendah atau spesies non-umum.
  • Menjelaskan pentingnya pemeriksaan enzim G6PD sebelum pemberian pengobatan tertentu seperti primakuin, serta memahami implikasinya terhadap pilihan terapi.

Course Content

Berawal dari Cerita Pasien: Anamnesa Malaria

Malaria dengan Komplikasi dan Pemeriksaan Laboratorium Klinik Penunjang

Studi Kasus: Malaria dengan Komplikasi dan Pemeriksaan Laboratorium Klinik Penunjang

Diagnosis Cepat untuk Malaria: Pemeriksaan RDT

Pemeriksaan Molekuler Malaria

Kaitan G6PD dengan Pemberian Antimalaria

Student Ratings & Reviews

No Review Yet
No Review Yet