Key Resources dan Key Activities sebagai Fondasi Operasional Model Bisnis

Key resources merupakan sumber daya utama yang dibutuhkan perusahaan untuk menciptakan value proposition, menjangkau pasar, menjaga hubungan dengan konsumen, serta menghasilkan pendapatan, yang perencanaannya harus disesuaikan dengan jenis produk dan model bisnis. Sumber daya ini mencakup physical seperti aset berwujud, intellectual seperti merek dan data pelanggan, human berupa kompetensi sumber daya manusia, serta financial sebagai penopang operasional perusahaan. Pemanfaatan key resources tersebut kemudian diwujudkan melalui key activities, yaitu aktivitas kunci yang memastikan bisnis berjalan efektif, yang meliputi production untuk menghasilkan produk berkualitas, problem solving untuk menyelesaikan kebutuhan spesifik konsumen, serta platform atau network yang umumnya dijalankan oleh perusahaan berbasis teknologi. Sinergi antara key resources dan key activities menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan dan daya saing bisnis.

Oleh : Fani Pramuditya, S.E., M.B.A.

Key resource merupakan sumber daya yang dibutuhkan perusahaan dalam menciptakan dan menawarkan value proposition, menjangkau pasar, menjaga hubungan baik dengan konsumen, dan memperoleh pendapatan. Perusahaan wajib merencanakan kebutuhan sumber daya setelah jenis produk ditentukan karena kebutuhannya berbeda untuk setiap tipe bisnis. 

Key resource dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu physical, intellectual, human, dan finansial. Berikut merupakan penjelasannya.

  • Physical : Physical atau sumber daya fisik merupakan aset berwujud yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis. Beberapa contoh sumber daya fisik adalah peralatan dan mesin, bangunan, kendaraan, dan tanah. 
  • Intellectual : Intellectual atau sumber daya intelektual adalah aset tidak berwujud yang sulit untuk dikembangkan, tetapi akan berdampak signifikan jika berhasil dibangun. Sumber daya intelektual meliputi brand/merek, paten, copyright, partnership, dan data customer.
  • Human : Human atau sumber daya manusia merupakan kompetensi dan keahlian manusia yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Kebutuhan bidang kompetensi setiap sumber daya manusia didasarkan pada tipe bisnis yang dijalankan. 
  • Financial : Financial atau sumber daya finansial merupakan aset yang digunakan oleh perusahaan dalam melancarkan kegiatan operasional. Sumber daya finansial dapat berupa kas, investasi berjangka, pinjaman pihak ketiga, dan lain-lain.

Key activities merupakan tindakan penting yang harus dilakukan perusahaan agar berhasil dalam menjalankan bisnis. Key activities juga diperlukan untuk menciptakan dan menawarkan value proposition, menjangkau pasar, menjaga hubungan baik dengan konsumen, dan memperoleh pendapatan. Setiap perusahaan memiliki key activities yang berbeda bergantung pada tipe dan jenis perusahaan. Key activities dikategorikan menjadi tiga, yaitu production, problem solving, dan platform/network. Berikut merupakan penjelasannya.

  • Production : Aktivitas ini merupakan kegiatan merancang, membuat, dan mendistribusikan produk dalam jumlah besar dan memiliki kualitas unggul. Aktivitas ini melibatkan input – proses – output dimana input merupakan sumber daya (key resource), proses merupakan kegiatan produksi (key activities), dan output merupakan produk yang dihasilkan (value proposition).
  • Problem Solving : Aktivitas ini merupakan kegiatan yang berkaitan dengan penyelesaian masalah individu seorang konsumen. Jenis perusahaan yang didominasi oleh kegiatan problem solving adalah rumah sakit, jasa konsultansi, dan jasa lainnya.
  • Platform/Network : Aktivitas yang berkaitan dengan platform/network biasanya merupakan perusahaan berbasis teknologi seperti Windows, Microsoft, dan lain-lain.

Tentang Penulis

Fani Pramuditya, S.E., M.B.A. merupakan staf pengajar pada Program Studi Perbankan dengan latar belakang keilmuan di bidang manajemen dan bisnis, yang diperoleh melalui pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada dan gelar Master of Business Administration dari University of North Carolina at Greensboro, Amerika Serikat. Memiliki kepakaran dalam manajemen bandara, studi kelayakan pasar, serta pengembangan bisnis berkelanjutan, Fani aktif berkontribusi dalam penguatan kapasitas UKM melalui pendekatan strategis dan berbasis riset. Minat risetnya mencakup kewirausahaan, inovasi dan kreativitas, kemiskinan, serta manajemen rantai pasok, yang tercermin dalam berbagai publikasi ilmiah dan kegiatan pengabdian masyarakat. Dalam pengajaran, ia mengampu mata kuliah berbasis praktik seperti kewirausahaan, design thinking, inovasi, dan sistem teknologi informasi, serta mendorong integrasi antara akademik, riset, dan industri guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa di era ekonomi digital yang berkelanjutan.

IKUTI KELASNYA di UGM Online

REFERENSI 

Harvard Business Review. (2013). A better way to think about your business model. Diakses pada 25 Juni 2025, darihttps://hbr.org/2013/05/a-better-way-to-think-about-yo

Jasnovaria, R., & Munir, M. (2020). Analisis model bisnis menggunakan Business Model Canvas pada usaha mikro kecil dan menengah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 5(2), 110–120.

Mullins, J., & Komisar, R. (2009). Getting to plan B: Breaking through to a better business model. Boston: Harvard Business Press.

Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business model generation: A handbook for visionaries, game changers, and challengers. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Strategyzer. (n.d.). What is the Business Model Canvas? Diakses pada 25 Juni 2025, darihttps://www.strategyzer.com/canvas/business-model-canvas

Tim PPM Manajemen. (2019). Business Model Canvas: Cara praktis memahami model bisnis. Jakarta: PPM Manajemen.

Widyawati, S. (2024). Penerapan Business Model Canvas dalam perencanaan bisnis start-up. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 12(1), 45–59.