Business Modelling sebagai Dasar Perencanaan dan Pengembangan Bisnis

Business modelling merupakan elemen fundamental dalam perencanaan bisnis karena membantu pelaku usaha memahami secara utuh bagaimana sebuah bisnis dijalankan dan menghasilkan keuntungan. Melalui model bisnis, perusahaan dapat memetakan komponen penting seperti produk atau layanan, sumber daya, aktivitas utama, hubungan dengan konsumen, alur pendapatan, serta struktur biaya secara sistematis. Berbagai literatur menyebutkan bahwa business modelling tidak hanya berfungsi sebagai alat konseptual, tetapi juga sebagai panduan strategis dan operasional dalam pengambilan keputusan bisnis. Dengan model bisnis yang jelas dan terstruktur, pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi perencanaan, memperkuat keunggulan kompetitif, menarik investor, serta meminimalkan risiko kesalahan dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Oleh : Fani Pramuditya, S.E., M.B.A.

Pengertian Business Modelling

Mexnurut Widyawati, 2024 business modelling atau model bisnis merupakan model dasar yang menjelaskan bagaimana suatu usaha atau bisnis menghasilkan keuntungan sehingga usaha atau bisnis tersebut dapat berjalan secara terarah. Sedangkan menurut Osterwalder & Pigneur, 2010 model bisnis merupakan cara suatu organisasi menciptakan, mendistribusika, dan menangkap nilai. 

Dikutip dari Widyawati, 2024 model bisnis menurut beberapa sumber juga dapat diartikan sebagai berikut. Menurut John Mullins dan Randy Komisar, model bisnis merupakan fondasi ekonomi suatu bisnis atau pola aktivitas ekonomi mencakup aliran kas masuk dan keluar untuk berbagai tujuan. Dari aktivitas tersebut waktu yang akan menentukan apakah suatu bisnis memberikan hasil untuk para investor atau malah mengalami defisit kas.

Menurut Tim PPM Manajemen, model bisnis dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang, yaitu model binis sebagai metode atau cara, model bisnis sebagai strategi bisnis, dan model bisnis yang dilihat dari komponen. Model bisnis sebagai metode atau cara diartikan bahwa model bisnis merupakan cara bagaimana suatu perusahaan untuk menjalankan bisnis dan bertahan. Berkaitan dengan strategi bisnis, model bisnis merupakan hubungan antara sumber daya dengan keunggulan yang dimiliki perusahaan dan kegiatan yang dilaksanakan untuk menciptakan nilai sehingga bisnis dapat menghasilkan keuntungan. Sedangkan berdasarkan komponennya, model bisnis merupakan produk yang dipasarkan, pendapatan yang dihasilkan, konsumen, sumber daya atau aset, pengetahuan, serta struktur dan tata kelola.

Tujuan Business Modelling

Model bisnis bertujuan untuk memberikan panduan bagi suatu usaha dalam merencanakan bisnis dan menetapkan komponen penting dari suatu bisnis, meliputi produk, aktivitas yang dilaksanakan, sumber daya yang dibutuhkan, membangun hubungan dengan konsumen, bagaimana menghasilkan pendapatan, dan struktur pengeluaran.

Manfaat Business Modelling

Berdasarkan Widyawati, 2024, beberapa manfaat dari penyusunan model bisnis adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki keunggulan dari kompetitor apabila produk yang dipasarkan memiliki keunikan yang menarik bagi konsumen.
  2. Menarik perhatian investor untuk memberikan dukungan berupa pendanaan karena pada umumnya investor fokus pada seberapa banyak keuntungan yang dapat diperoleh, bukan seberapa lama perusahaan menjalankan bisnis.
  3. Memiliki pengelolaan keuangan yan teratur melalui kegiatan penyusunan anggaran berkaitan dengan aktivitas bisnis.
  4. Penyusunan rencana bisnis semakin efisien karena pengusaha hanya perlu mengisikan komponen-komponen penting yang sudah tersedia daripada harus menuliskan rencana bisnis secara panjang lebar.
  5. Perusahaan hanya fokus pada komponen penting rencana bisnis yang telah divisualkan dalam model bisnis karena model bisnis memberikan gambaran suatu bisnis secara menyeluruh.
  6. Model bisnis dapat dijadikan sebagai blueprint suatu rencana bisnis yang memberikan panduan menjalankan eksekusi bisnis sehingga menurunkan risiko kekeliruan.

Tentang Penulis

Fani Pramuditya, S.E., M.B.A. merupakan staf pengajar pada Program Studi Perbankan dengan latar belakang keilmuan di bidang manajemen dan bisnis, yang diperoleh melalui pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada dan gelar Master of Business Administration dari University of North Carolina at Greensboro, Amerika Serikat. Memiliki kepakaran dalam manajemen bandara, studi kelayakan pasar, serta pengembangan bisnis berkelanjutan, Fani aktif berkontribusi dalam penguatan kapasitas UKM melalui pendekatan strategis dan berbasis riset. Minat risetnya mencakup kewirausahaan, inovasi dan kreativitas, kemiskinan, serta manajemen rantai pasok, yang tercermin dalam berbagai publikasi ilmiah dan kegiatan pengabdian masyarakat. Dalam pengajaran, ia mengampu mata kuliah berbasis praktik seperti kewirausahaan, design thinking, inovasi, dan sistem teknologi informasi, serta mendorong integrasi antara akademik, riset, dan industri guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa di era ekonomi digital yang berkelanjutan.

IKUTI KELASNYA di UGM Online

REFERENSI 

Harvard Business Review. (2013). A better way to think about your business model. Diakses pada 25 Juni 2025, darihttps://hbr.org/2013/05/a-better-way-to-think-about-yo

Jasnovaria, R., & Munir, M. (2020). Analisis model bisnis menggunakan Business Model Canvas pada usaha mikro kecil dan menengah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 5(2), 110–120.

Mullins, J., & Komisar, R. (2009). Getting to plan B: Breaking through to a better business model. Boston: Harvard Business Press.

Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business model generation: A handbook for visionaries, game changers, and challengers. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Strategyzer. (n.d.). What is the Business Model Canvas? Diakses pada 25 Juni 2025, darihttps://www.strategyzer.com/canvas/business-model-canvas

Tim PPM Manajemen. (2019). Business Model Canvas: Cara praktis memahami model bisnis. Jakarta: PPM Manajemen.

Widyawati, S. (2024). Penerapan Business Model Canvas dalam perencanaan bisnis start-up. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 12(1), 45–59.