Materi ini menekankan pentingnya peran institusi pelayanan kesehatan dalam menghadapi perubahan iklim, mengingat kontribusi sektor kesehatan terhadap emisi karbon global mencapai sekitar 4–5%. Perubahan iklim memiliki dampak erat terhadap krisis kesehatan masyarakat, tidak hanya pada kesehatan fisik seperti penyakit akibat panas, penyakit berbasis vektor, dan gangguan pernapasan, tetapi juga pada kesehatan mental melalui munculnya berbagai gangguan psikologis terkait iklim. Oleh karena itu, manajer dan tenaga kesehatan perlu memahami serta mengelola kontribusi emisi karbon dari aktivitas layanan kesehatan, termasuk keputusan klinis dan operasional. Sejalan dengan komitmen global seperti Paris Agreement dan target net zero emission, WHO merekomendasikan strategi dekarbonisasi sistem kesehatan melalui kebijakan green human resource management, penguatan sistem kesehatan rendah karbon, serta intervensi operasional yang berkelanjutan. Strategi kunci yang disoroti meliputi transisi ke energi terbarukan, penggunaan teknologi hemat energi, penerapan prinsip green building, pemilihan peralatan ramah lingkungan, pengelolaan limbah dan daur ulang, serta pemanfaatan telemedicine, sebagai langkah nyata menuju sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Introduction to Sustainable Hospitals: Principles and Practices for Eco-Friendly Healthcare
0/1
Leadership for Sustainable Hospitals: Strategies and Practices for Future-Ready Healthcare
0/4
Financial Management for Sustainable Hospitals: Balancing Economic Viability and Environmental Responsibility
0/7
Integrating Technology for Enhanced Efficiency and Sustainability
0/3
Physical Management and Building Design for Sustainable Healthcare Facilities
0/6
Sustainable Asset, Logistics, and Waste Management Systems in Hospitals
0/5
About Lesson
