About Course
Pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable Development Goals (SDGs) tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi, ekonomi, dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan paradigma ilmu yang mampu menempatkan manusia, keadilan, keberlanjutan, dan nilai-nilai moral sebagai bagian integral dari pembangunan. Dalam konteks tersebut, Islam memiliki sumber epistemologi yang kaya melalui Al-Qur’an dan Sunnah yang dapat menjadi landasan dalam memahami realitas sekaligus mengarahkan pengembangan ilmu untuk menghasilkan perubahan yang bermakna. Konsep Islam sebagai Ilmu menawarkan cara pandang yang mengintegrasikan wahyu dengan realitas empiris, sehingga ilmu tidak berhenti pada proses memahami fenomena, tetapi diarahkan untuk memanusiakan manusia (humanisasi), membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan (liberasi), dan menghubungkan seluruh aktivitas keilmuan dengan kesadaran ketuhanan (transendensi). Paradigma ini menjadi relevan dalam menjawab tantangan SDGs karena kualitas pembangunan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pencapaian indikator kuantitatif, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan masyarakat yang adil, egaliter, bermartabat, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kelas “Islam Sebagai Ilmu: Kunci Kualitas SDGs” dirancang untuk memperkenalkan kerangka epistemologis dan metodologis yang dapat membantu peserta memahami bagaimana nilai-nilai Islam ditransformasikan menjadi ilmu yang objektif, aplikatif, transformatif, dan berkontribusi terhadap terwujudnya masyarakat terbaik.
Kelas “Islam Sebagai Ilmu: Kunci Kualitas SDGs” membahas paradigma Islam sebagai sumber dan landasan pengembangan ilmu dalam memahami serta menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Peserta akan diajak memahami pondasi konseptual Islam sebagai ilmu, hubungan antara wahyu dan realitas, epistemologi strukturalisme transendental, serta kerangka berpikir Al-Qur’an dalam membaca fenomena. Pembelajaran kemudian diarahkan pada bagaimana nilai-nilai wahyu dapat diobjektifikasi menjadi pengetahuan yang sistematis dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu. Kelas ini juga membahas ilmu yang membebaskan, cita-cita masyarakat terbaik, visi masyarakat yang adil dan egaliter, serta tiga dimensi utama ilmu profetik, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi. Pada bagian akhir, peserta akan mempelajari metodologi Islam sebagai ilmu melalui pendekatan integrasi dan objektifikasi, serta memahami etika keilmuan yang menempatkan wahyu sebagai kompas dalam penelitian, pendidikan, pengabdian, dan praktik profesional. Melalui kelas ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami Islam sebagai sumber nilai, tetapi mampu melihat bagaimana ilmu yang berlandaskan wahyu dapat menghasilkan perubahan nyata menuju pembangunan yang lebih manusiawi, adil, egaliter, dan selaras dengan tujuan SDGs.
Course Content
Pengantar Islam Sebagai Ilmu
-
09:18
-
Bacaan Pengantar Islam Sebagai Ilmu
-
Kuis 1
