Ekonomi regional merupakan bidang yang lahir dari penggabungan teori ekonomi internasional dan ekonomi makro nasional, sehingga pemahaman mengenai regionalisme menuntut kemampuan menerapkan konsep-konsep nasional dan global pada skala daerah. Pembahasan ekonomi regional mencakup isu konvergensi—yakni keselarasan arah pertumbuhan nasional dan daerah—serta divergensi berupa kesenjangan antarwilayah. Terdapat sejumlah persamaan antara ekonomi regional dan ekonomi internasional, seperti penekanan pada lokasi strategis, sumber daya yang tidak bergerak, sumber daya manusia, dan sumber daya alam, namun keduanya berbeda dalam aspek jarak, biaya transportasi, hambatan perdagangan, faktor politik, serta kebijakan proteksi yang pada perdagangan antarnegara jauh lebih besar. Konsep makro seperti GNP, multiplier, dan efek ekonomi (direct, indirect, induced) juga diadaptasi ke konteks regional, termasuk pembahasan mengenai kebocoran (leakage) akibat tingginya ketergantungan suatu daerah pada pasokan eksternal. Semua konsep ini menunjukkan perlunya cara berpikir regional yang tidak hanya mengandalkan perspektif internasional atau nasional, melainkan memahami dinamika khas antarwilayah untuk mendukung kebijakan dan pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran.
Berpikir Regional (Thinking Regional)
0/3
Kompendium Statistik Regional (Regional Statistical Compendium)
0/3
Teori Pendapatan dan Pertumbuhan (Theory of Income and Growth)
0/3
Teori Disparitas (Theory of Disparity)
0/3
Analisis Pertumbuhan dan Pendapatan (Growth and Income Analysis)
0/4
Analisis Disparitas (Disparity Analysis)
0/3
About Lesson
