Kopi di Indonesia bukan sekadar minuman, melainkan komoditas strategis yang memengaruhi budaya, ekonomi, dan kehidupan masyarakat pedesaan. Sebagai produsen terbesar keempat di dunia pada 2023, Indonesia menghasilkan lebih dari 750.000 ton kopi, dengan keanekaragaman geografis yang menghasilkan cita rasa khas dari setiap daerah, mulai dari Robusta di Lampung dan Jawa Timur hingga Arabika di dataran tinggi seperti Gayo, Toraja, Kintamani, dan Flores. Budaya minum kopi di dalam negeri semakin berkembang, terutama di kota besar, sementara di pasar global, tren kopi specialty membuka peluang bagi kopi single origin Indonesia. Namun, produktivitas masih rendah, praktik budidaya tradisional, dan pengolahan pasca panen yang kurang optimal—terutama pengeringan—menjadi tantangan utama. Penerapan teknologi modern seperti solar dryer atau rotary dryer serta pendekatan ilmiah pada fermentasi dan pengeringan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan nilai jual kopi Indonesia di pasar internasional.
Produksi, potensi, dan peluang sebaran pemasaran kopi
0/3
Urgensi inovasi teknik pengeringan kopi
0/3
Konsep dan perkembangan teknologi pengeringan
0/3
Teknik pengeringan kopi dengan sun dryer
0/3
Aplikasi pengeringan konvensionak sun drying pada pengeringan kopi
0/3
About Lesson
