Strategi Pengambilan Keputusan Efektif dalam Organisasi

Artikel ini membahas pentingnya kemampuan pengambilan keputusan (decision making) sebagai kompetensi kunci yang harus dimiliki pemimpin dalam menentukan arah dan keberhasilan organisasi. Keputusan pemimpin memiliki dampak langsung terhadap pencapaian visi dan misi jangka panjang, sehingga prosesnya perlu dilakukan secara tepat, rasional, dan inklusif. Artikel ini mengulas dua pendekatan utama dalam pengambilan keputusan, yaitu brainstorming dan Nominal Technique Group, yang memungkinkan pemimpin melibatkan anggota organisasi untuk menghimpun ide, memahami kepentingan bersama, serta memprioritaskan alternatif solusi secara sistematis. Dengan pendekatan partisipatif ini, pemimpin dapat menghasilkan keputusan yang lebih berkualitas, dapat diterima oleh anggota, dan efektif dalam mendukung kinerja serta keberlanjutan organisasi.

Oleh : Dr.nat.techn. Francis M Constance Sigit Setyabudi, S.T.P., M.P.

Sebagai pemimpin dalam organisasi, seringkali kita diwajibkan untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan kepentingan anggota organisasi. Keputusan yang kita ambil dapat berdampak langsung pada keberhasilan organisasi dalam mencapai visi dan misi jangka panjang yang telah ditargetkan. Hal ini seringkali dapat menjadi beban bagi kita sebagai pemimpin, dan kita dapat mengalami rasa bimbang ketika dihadapkan dengan berbagai pilihan yang ada. Untuk itu, kemampuan pengambilan keputusan atau decision making menjadi kemampuan krusial yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin, agar pemimpin dapat mengambil keputusan tepat dan terbaik untuk masa depan anggota dan organisasi. 


Pendekatan dalam Decision Making 

Dalam melakukan pengambilan keputusan, pemimpin dapat melibatkan anggota organisasi untuk mencapai keputusan yang merepresentasikan kepentingan berbagai pihak. Untuk itu, penting bagi pemimpin untuk mengetahui kemungkinan/pilihan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kepentingan anggotanya. Menurut Handayani (2024), terdapat 2 pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu Brainstorming dan Nominal Technique Group dalam melakukan pengambilan keputusan. 

Brainstorming 

Brainstorming terdiri dari brain (otak) dan storming (perpaduan), sehingga dapat diartikan sebagai upaya untuk berpikir secara logis dan kreatif melalui rangsangan otak, dan dapat digunakan sebagai teknik/alat pengambilan keputusan untuk mendorong adanya ide dan aspirasi dari sekelompok orang. Brainstorming dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 

  1. Membuat kelompok dan mengenali maksud serta tujuan diskusi 
  2. Mengkondisikan/menyediakan lingkungan agar antar anggota kelompok dapat berinteraksi dengan jelas dan leluasa. 
  3. Memberikan waktu dan kesempatan yang cukup kepada setiap anggota untuk menyampaikan pendapat. 
  4. Fasilitator mencatat ide dan aspirasi yang dihasilkan. 
  5. Ide dan aspirasi tersebut dinilai, dianalisis, dan diprioritaskan 

Pada saat melakukan brainstorming, diharapkan para anggota kelompok dapat saling menghargai dan tidak mengkritik pendapat satu sama lain. Hal tersebut akan mendorong sintesis ide dan aspirasi dari para anggota tanpa adanya rasa beban/ketidaknyamanan dari kritik, sehingga dapat memperbanyak kemungkinan pilihan penyelesaian masalah. 

Nominal Technique Group

Teknik ini merupakan variasi dari teknik brainstorming, tetapi di awal diskusi tidak diizinkan di antara anggota. Para anggota dipersilakan untuk mengemukakan ide, dan setelah presentasi ide selesai, setiap ide tersebut akan dibahas secara interaktif dalam forum diskusi dengan seluruh anggota yang telah mengemukakan ide. Berikut adalah proses teknik kelompok nominal secara rinci.

    1. Kelompok bertemu dalam pertemuan
    2. Masing-masing anggota menulis ide dan gagasan pada kartu
    3. Kelompok mendiskusikan ide dan gagasan pada kartu
    4. Setiap anggota merangking secara independen
    5. Keputusan didasarkan pada ide dengan ranking tertinggi. 

    Melalui pendekatan tersebut, pemimpin dapat mengetahui preferensi dan kepentingan dari setiap anggotanya sebelum mengambil keputusan. Sehingga, jika tiba waktu pengambilan keputusan, pemimpin dapat memilih keputusan terbaik yang dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh anggota. 

    Tentang Penulis

    Dr.nat.techn. Francis M. Constance Sigit Setyabudi, S.T.P., M.P. adalah dosen dan peneliti di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada dengan bidang keahlian teknologi pertanian, keamanan pangan, mikotoksin, serta teknologi produk pangan dan hasil pertanian. Ia aktif dalam kegiatan pendidikan, penelitian, pembimbingan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi dan kekayaan intelektual. Rekam jejak penelitiannya tercermin dalam berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang membahas autentikasi pangan, fermentasi, karakteristik fisikokimia bahan pangan, serta mitigasi kontaminasi mikotoksin pada produk pertanian seperti kakao, jagung, madu, dan pisang. Selain publikasi jurnal dan prosiding, ia juga terlibat dalam penulisan buku ilmiah dan berbagai proyek riset kolaboratif, yang menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pangan yang aplikatif dan berkelanjutan.

    IKUTI KELASNYA di UGM Online

    Basic Future Leadership

    Basic Future Leadership menghadirkan pendekatan komprehensif untuk mengembangkan kepemimpinan adaptif dan visioner melalui pemahaman konsep, praktik kolaboratif, pemanfaatan transformasi digital, serta strategi perubahan dan keberlanjutan agar pemimpin mampu membangun organisasi yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing di tengah tantangan global.

    Referensi

    https://www.google.co.id/books/edition/TEORI_DAN_TEKNIK_PENGAMBILAN_KEPUTUSAN/4HISEQAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=metode+decision+making+organisasi&pg=PT46&printsec=frontcover