Manajemen reproduksi kambing dan domba merupakan aspek penting dalam meningkatkan produktivitas peternakan, memenuhi kebutuhan daging dan susu, serta meningkatkan pendapatan peternak. Kambing dan domba memiliki tingkat fertilitas yang tinggi sehingga berpotensi menghasilkan keturunan secara optimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Untuk mencapai performa reproduksi yang baik, diperlukan pemahaman tentang fisiologi reproduksi, seleksi indukan dan pejantan, pencatatan reproduksi (recording), deteksi birahi, serta manajemen nutrisi dan kesehatan. Kambing umumnya mencapai birahi pertama pada usia 6–12 bulan, dengan siklus birahi sekitar 21 hari dan lama birahi 24–48 jam, sedangkan pada domba lama birahi berkisar 24–36 jam. Perkawinan dapat dilakukan melalui kawin alam maupun inseminasi buatan, dengan memperhatikan waktu birahi yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan kebuntingan. Oleh karena itu, penerapan manajemen reproduksi yang terencana dan sesuai dengan fisiologi ternak sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program pembiakan serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan kambing dan domba.
Pendahuluan: Materi Sistem Reproduksi Betina
0/3
Deteksi Estrus
0/3
Prosedur Inseminasi Buatan
0/3
About Lesson
